Mie “Lethek” khas Bantul

Pembuatan mie lethek ini cukup unik, menggunakan tenaga sapi untuk menggiling adonan mie tersebut.

Mie “Lethek” disebut seperti itu karena bentuk mienya yang berwarna kecoklatan, kusam, kotor. Namun itu hanya penampilannya saja, proses pembuatannya bersih, tradisional dan unik yaitu mengunakan tenaga sapi dan manusia serta mempunyai cita rasa tersendiri jika mienya sudah matang. Jika berwisata ke Bantul anda wajib mencobanya. Biasanya warung yang menjajakan makanan mie lethek ini buka mulai jam 5 sore hingga larut malam.

Kali ini saya mencoba mengunjungi pbrik pembuatan mie “lethek” tersebut yang beralamat di dusun Bendo, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, karena alamat itu pula mie ini juga di sebut mie Bendo.

Usaha mie lethek ini dirintis thun 1940-an dan melatarbelakangi untuk membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar yang biasa sebagai petani dan buruh penambang pasir di sungai Progo

adonan yang telah dipanggang di dalam oven akan di aduk kembali mendunakan sapi

Pengadukan adonan kembali oleh sapi, mencampurkan adonan yang telah dipanggang dengan tepung

setelah adonan diaduk kembali oleh sapi, dilakukan pencetakan mie dengan alat press khusus

pemanggangan mie yang telah jadi ke dalam oven dan setelah itu didinginkan selama semalam

setelah mie dipanaskan/dipanggang dan didinginkan selama semalam, mie disusun sedemikian rupa untuk dibawa ke tempat penjemuran

Membawa mie ke tempat penjemuran

mie dijemur panas matahari sampai kering, biasanya penjemuran tak lebih dari sehari

setelah mie kering, mie dipisahkah dari tempat penjemuran dan dilakukan pengemasan.

Iklan

8 thoughts on “Mie “Lethek” khas Bantul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: